BARAYAHOLIL.ORG, Garut - Adanya Suap Pilkada Garut, Holil: Bagaimana Mau Sehat, Penyelenggaranya Saja Tidak Sehat - Adanya dugaan suap menyuap di Pilkada Kabupaten Garut menambah sejarah buruknya moralitas di KPUD dan Panwaslu Kabupaten Garut dan KPU Pusat, Panwaslu harus segera mengambil alih panitia pelaksana agar masyarakat Garut tertanam kepercayaannya kepada penyelenggara Pilkada.

Mendengar kejadian penangkapan komisioner KPU dan ketua panwaslu Garut, Rd. Holil Aksan Umar Zein angkat bicara, karena ibarat kilat disiang bolong dan sebuah pukulan yang luar biasa bagi demokrasi kabupaten Garut. Sangat mempermalukan kabupaten Garut, disampingnya dipermalukan oleh kisruh pasar Limbangan dan pembangunan pabrik di Desa Cijolang, penangkapan ini merupakan skandal nasional.

“Skandal ini masuk kedalam skala nasional, pendapat saya, kata Holil, SK penetapan calon dari KPU bermasalah dari sisi hukum, karena dengan adanya penangkapan oknum ketua Panwaslu dan komisioner KPUD, itu ya bermasalah, karena oknum KPU mengeluarkan SK nya dalam kondisional bermasalah dengan suap,” tegasnya.

Dia juga mengusulkan dibatalkan SK nya dan diadakan pembaharuan SK atau diselenggarakan KPUD nasional, atau diundur Pilkada Garut. Ungkap Holil

“Kalau dipaksakan dengan SK bermasalah akan beresiko terhadap jalannya Pilkada kabupaten Garut. Sehingga bukan Pilkada membawa membawa perubahan tetapi Pilkada akan lebih membawa madarat kepada masyarakat,” pungkas Holil

Holil berpendapat, dengan pengambilalihan penyelenggara pemilu akan terselamatkan Pilkada Garut, apalagi kasusnya bukan satu yang ditangkap, tapi dua orang.

Penyelenggara pilkada Garut harus diambil alih oleh penyelenggara KPU tertinggi. Bahwa penyelenggara pilkada KPU dan Panwaslu nyata-nyata tidak sehat, bagaimana kita menjalankan pilkada kalau penyelenggaranya tidak sehat dan bermasalah hukum? Tuturnya.

“SK sebagai prodak, sebagai payung hukum jalannya Pilkada tidak legitimit.” Tutupnya.

Sumber: Kapernews

BARAYAHOLIL.ORG, Garut - Holil Aksan Dorong DPRD Buatkan Nota Pimpinan Hentikan Pabrik Cijolang - Problematika permasalahan di Limbangan seperti baru-baru ini, masyarakat Limbangan menggugat dengan Resolusi Limbangan untuk menyelesaikan permasalahan pasar maupun pabrik.

Dibawah komando salah satu tokoh yang terus bergerilya dan harus turun tangan, Rd. Holil Aksan Umar Zein mendatangi kantor DPRD kabupaten Garut yang langsung diterima oleh ketua DPRD Ade Ginanjar, Senin (26/2).

“Kami mengajak kepada DPRD untuk mendukung menyelesaikan masalah masalah yang ada dilambangkan diantaranya pasar limbangan yang belum tuntas persoalannya serta adanya rencana pembangunan Pabrik di wilayah Cijolang,” tegasnya.

Holil pun meminta, ketua dewan segera mengambil tindakan nyata dalam masalah yang terjadi terutama pendirian pabrik yang menyengsarakan masyarakat Limbangan khususnya Desa Cijolang. Selain itu.

“Hari ini, Ketua DPRD Kabupaten Garut yang didampingi Deden Sofyan dari fraksi Golkar akan mengeluarkan nota pimpinan untuk menghentikan proyek pabrik di Cijolang, dan menyelesaikan masalah pasar Limbangan,” tegasnya singkat di kantor DPRD Garut.

Lanjutnya, Holil membeberkan bahwa Ketua DPRD pun merespon baik keinginan masyarakat tersebut dan akan membuat nota pimpinan kepada PLT Bupati Garut untuk segera menuntaskan masalah pasar limbangan dan menghentikan rencana pembangunan pabrik Cijolang.

“Saya akan buatkan nota pimpinan dan diteruskan kepada PLT Bupati Garut untuk segera menuntaskan masalah pasar limbagan dan juga untuk menghentikan rencana pembanguna pabrik Cijolang,” kata Holil menyampaikan keseriusan ketua DPRD.

Sumber: Kapernews

Bismillah.

Untuk Tujuan:
  1. Menghadapi Krisis Pangan.
  2. Menambah Penghasilan.
  3. Solusi Lapangn Kerja.

Saya meluncurkan Program MITRAPONIK (Bermitra Menanam Hidroponik) se Kab Garut.

Bibit/Nutrisi/Traning GRATIS.
Pembelian hasil panen dijamin.
Info lebih lanjut hubungi: 082260608014

Salam,
Garut Subur Rahayat Mamur dalam Lindungan Allah

Holil Aksan Umarzen

Untuk Bapak Bupati Garut dan sesama para Bakal calon Bupati yang terhormat,

Seiring dengan kebutuhan sektor pembangunan yang terus menerus melahap lahan produktif, maka sudah pasti akibatnya yang dihadapi oleh rakyat saat ini dan yang akan datang adalah terjadinya krisis lahan yang berdampak pada krisis pangan.

Kita pasti paham atas resiko dan bahaya bahayanya.

Tapi apa jalan keluarnya? Atau bagaimana cara mengantisipasinya?

Salam,
Holil Aksan Umarzen
Diberdayakan oleh Blogger.